Jumat, 25 September 2015

Ilmu Sosial Dasar ( Sejarah Kerajaan Kutai)

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai diperkirakan muncul pada abad 5 M atau ± 400 M. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini. Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah.

Keberadaan kerajaan tersebut diketahui berdasarkan sumber berita yang ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa / tiang batu berjumlah 7 buah. Yupa yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta tersebut, dapat disimpulkan tentang keberadaan Kerajaan Kutai dalam berbagai aspek kebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Adapun isi prasati tersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga. Ia mempunyai seorang putra bernama Asawarman yang disebut sebagai wamsakerta (pembentuk keluarga). Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman. Penggunaan nama Asawarman dan nama-nama raja pada generasi berikutnya menunjukkan telah masuknya pengaruh ajaran Hindu dalam Kerajaan Kutai dan hal tersebut membuktikan bahwa raja-raja Kutai adalah orang Indonesia asli yang telah memeluk agama Hindu. 

 SISTEM POLITIK KERAJAAN KUTAI

Dalam kehidupan politik seperti yang dijelaskan dalam yupa bahwa raja terbesar Kutai adalah Mulawarman, putra Aswawarman dan Aswawarman adalah putra Kudungga. Dalam yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai Dewa Ansuman/Dewa Matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam agama Hindu. Untuk itu para ahli berpendapat Kudungga masih nama Indonesia asli dan masih sebagai kepala suku, yang menurunkan raja-raja Kutai. Dalam kehidupan sosial terjalin hubungan yang harmonis/erat antara Raja Mulawarman dengan kaum Brahmana, seperti yang dijelaskan dalam yupa, bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara. Istilah Waprakeswara–tempat suci untuk memuja Dewa Siwa di pulau Jawa disebut Baprakewara.

Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Agama Kerajaan Kutai

Letak kerajaan Kutai yang terletak di jalur perdagangan Cina dan India membuat aktivitas jual beli menjadi salah satu mata pencarian utama rakyat Kutai. Tidak hanya melayani perdagangan dalam negeri di Laut Jawa dan Indonesia Timur, mereka juga melayani perdagangan Internasional dan menjual barang-barang dari dalam negeri yang banyak dicari di luar sana.
Kerajaan Kutai menceritakan masyarakatnya hidup tertata dan teratur. Sama seperti India, masyarakat di Kerajaan Kutai juga terbagi menjadi beberapa kasta karena dari terjemahan prasasti-prasasti banyak ditemukan bukti bahwa dalam masyarakat Kutai terdapat golongan Brahmana. Selain Brahmana, ditemukan juga golongan Ksatria yang terdiri dari raja dan kerabat-kerabat dekatnya. Ada juga cerita yang mengatakan bahwa anak cucu Kudungga melakukan upacara Vratyastima untuk menyucikan diri sebagai syarat masuk kasta Ksatria. Hal ini dibuktikan dari adanya kata “warman” di hampir setiap nama raja. Kata “warman” sendiri merupakan kata yang ditambahkan melalui upacara penobatan raja di agama Hindu.
Raja Kudungga

Raja Kudungga adalah raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kutai. Tetapi, apabila dilihat dari nama raja yang masih menggunakan nama Indonesia, para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadikerajaan dan mengangkat dirinya menjadi raja, sehingga pergantian raja dilakukan secara turun-temurun.
Aswawarman

Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.
Mulawarman
Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Sementara itu Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Hindu. Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa yang gemilang. Rakyat hidup tenteram dan sejahtera.

Hanya ketiga raja tersebut yang tertulis dalam prasasti Yupa. Sementara itu raja-raja lain setelah Mulawarman belum diketahui secara pasti karena keterbatasan sumber sejarah.

B. KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI
Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur.
  2. Masyarakat di Kerajaan Kutai memiliki kemampuan beradaptasi dengan budaya luar (India), mengikuti pola perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.

Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian. 

Sementara itu dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.

C. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

D.  14 Peninggalan Kerajaan Kutai 


Peninggalan 1. Prasasti Yupa

Peninggalan 2. Ketopong Sultan

Peninggalan 3. Kalung Ciwa

Peninggalan 4. Kalung Uncal

Peninggalan 5. Kura-Kura Emas

Peninggalan 6. Pedang Sultan Kutai

Peninggalan 7. Tali Juwita

Peninggalan  8. Keris Bukit Kang

Peninggalan 9. Kelambu Kuning

Peninggalan 10. Singgasana Sultan

Peninggalan 11. Meriam

Peninggalan 12. Tombak Kerajaan Majapahit

Peninggalan 13. Keramik Kuno Tiongkok

Peninggalan 14. Gamelan Gajah Prawoto

Ilmu Sosial Dasar ( Gotong Royong)

Gotong-royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas, karena dalam komunitas seperti ini akan terlihat dengan jelas. Gotong-royong terjadi dalam beberapa aktivitas kehidupan, seperti gotong-royong dalam bentuk kerjabakti, dilakukan untuk kepentingan bersama; gotong-royong dalam bentuk tolong menolong pada saat melakukan pesta pernikahan, atau khitanan, beberapa hari sebelum pesta akan dilakukan terjadi sumbangan dari kenalan, tetangga ataupun kerabat datang membantu dalam bentuk bahan makanan, uang, ataupun tenaga,kemudian bantuan ini harus dikembalikan minimal dengan nilai yang sama.Bahkan gotong-royong dapat pula terjadi pada saat adanya musibah ataupun kematian salah seorang warga komunitas, hal ini tidak dapat disebut kepentingan bersama ataupun kepentingan peribadi tetapi rasa kemanusiaan yang muncul di antara warga, karena musibah datangnya tidak diperhitungkan ataupun diketahui, sehingga warga yang mendapat musibah tersebut memerlukan bantuan dari warga lainnya. Gotong-royong dapat terjadi di lahan pertanian uyang berada di wilayah pedesaan berupa curahan tenaga pada saat membuka lahan sampai mengerjakan lahan pertanian, dan diakhiri di saat panen, bantuan dari orang lain seperti ini harus dikembalikan sesuai dengan tenaga yang orang lain berikan, hal ini terus menerus terjadi yang akhirnya menjadi ciri masyarakat, terutama yang memiliki mata pencaharian agraris. Khusus bantuan di lahan pertanian dicontohkan pada petani lahan kering, terutama pada sistem huma, karena pada sistem pertanian huma sangat jelas sekali pola gotong-royong yang mereka lakukan yaitu azas timbal-balik.

Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Katanya berasal dari gotong = bekerja, royong = Bersama-sama dengan musyawarah, pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, dan kekeluargaan, gotong royong menjadi dasar Filsafat Indonesia seperti yang dikemukakan oleh M. Nasroen.

Gotong-royong sebagai bentuk integrasi, banyak dipengaruhi oleh rasa kebersamaan antar warga komunitas yang dilakukan secara sukarela tanpa adanya jaminan berupa upah atau pembayaran dalam bentuk lainnya, sehingga gotong-royong ini tidak selamanya perlu dibentuk kepanitiaan secara resmi melainkan cukup adanya pemberitahuan pada warga komunitas mengenai kegiatan dan waktu pelaksanaannya, kemudian pekerjaan dilaksanakan setelah selesai bubar dengan sendirinya. Adapun keuntungan adanya gotong-royong ini yaitu pekerjaan menjadi mudah dan ringan dibandingkan apabila dilakukan secara perorangan; memperkuat dan mempererat hubungan antar warga komunitas di mana mereka berada bahkan dengan kerabatnya yang telah bertempat tinggal di tempat lain, dan; menyatukan seluruh warga komunitas yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, gotong-royong dapat dilakukan untuk meringankan pekerjaan di lahan pertanian, meringankan pekerjaan di dalam acara yang berhubungan dengan pesta yang dilakukan salah satu warga komunitas, ataupun bahu membahu dalam membuat dan menyediakan kebutuhan bersama.

Gotong-royong dalam bentuk tolong menolong dilakukan secara sukarela untuk membantu orang lain, tetapi ada suatu kewajiban sosial yang memaksa secara moral bagi seseorang yang telah mendapat pertolongan tersebut untuk kembali menolong orang yang pernah menolongnya, sehingga saling tolong menolong ini menjadi meluas tanpa melihat orang yang pernah menolongnya atau tidak. Dengan demikian, bahwa tolong menolong ini merupakan suatu usaha untuk menanam budi baik terhadap orang lain tanpa adanya imbalan jasa atau kompensasi secara langsung atas pekerjaan itu yang bersifat kebendaan, begitupula yang ditolong akan merasa berhutang budi terhadap orang yang pernah menolongnya, sehingga terjadilah keseimbangan berupa bantuan tenaga yang diperoleh bila suatu saat akan melakukan pekerjaan yang sama.

Kamis, 16 April 2015

Sahabat lebih baik dari pacar!!!

Disaat Sahabat Lebih Baik dari Pacar

"Teman akan menikammu dari belakang,Tetapi sahabat akan menamparmu dari depan."Ungkapan tersebut bisa diartikan sebagai sahabat sejati akan selalu ada dan jujur buat lo. Meskipun waktu bergulir, sahabat tidak akan pernah pergi. Mungkin selama ini gue lebih sering nulis tentang kisah cinta dan kegalauan gue, gue baru sadar ternyata masih banyak bahan yang bisa gue tulis, dan itu semua gue dapet dari  orang-orang disekitar gue, atau lebih tepatnya sahabat-sahabat gue, dan terkadang sahabat sejati bisa lebih baik dari pacar. nih buktinya kalo sahabat lebih baik dari pacar.
1. Sahabat sejati pernah melihat lo dalam titik terjelek dan terjatuh sekalipun dalam hidup lo akan tetapi mereka masih peduli buat lo. Mereka tidak pernah menuntut lo untuk selalu tampil baik dan selalu bersamanya setiap waktu. Dalam keadaan apapun diri lo, mereka akan dengan senang hati menerima lo.















2. Sahabat sejati mungkin telah mengenal diri lo jauh sebelum kalian mengenal pacar lo sendiri. Mereka dapat di andalkan, setia dan mengakar dalam kehidupan  lo.












3. Lo gak perlu berpura-pura untuk jadi orang yang lebih menyenangkan jika bersama dengan sahabat sejati lo, tetapi semuanya mengalir dan berjalan jauh lebih menyenangkan saat bersamanya. Rasanya lebih santai dan jujur terhadap diri lo sendiri.

 
 
 4. Sahabat sejati selalu mengerti dan tidak pernah menghakimi diri lo. Ketika lo berbicara dengannya seakan mereka ikut merasakan apa yang lo rasakan!

 

5. Lo selalu yakin bahwa sahabat sejati lo akan selalu setia. Tapi lo ngga benar-benar yakin kalau pacar lo akan selalu setia bersama. Lo ngga pernah bertengkar dengan sahabat lo seperti lo bertengkar sama pacar lo. Sahabat sejati selalu ada ketika lo baru putus dari pacar lo. Mereka selalu dengan senang hati menyediakan pundaknya buat lo bersandar dan mendengarkan lo bercerita.Sahabat sejati mungkin telah lebih dulu berpetualang dan melakukan hal-hal gila bersama, jauh sebelum lo kenal pacar lo sendiri. mungkin inilah saatnya kamu mengapresiasi sahabat sejatimu.

 



Rabu, 15 April 2015

Tugas kepariwasataan

Kelebihan dan Kekurangan Kebun Raya Bogor


Disetiap tempat pariwisata, pasti memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan-kelebihan itulah yang memberikan citra positif bagi wisatawan mengenai kunjungannya ke suatu tempat wisata. Beberapa kelebihannya yaitu terdapatnya sebuah café dimana pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati pemandangan yang cukup indah untuk dilihat, lalu juga ada tempat penjualan souvenir dimana pengunjung bisa membeli sesuatu sebagai kenang-kenangan mereka yang pernah mengunjungi tempat wisata alam ini. Disamping itu kita juga bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai pohon dan tumbuh-tumbuhan jenis apa saja yang tumbuh disana serta bagaimana cara merawat tanaman dengan baik. Dari informasi itulah kita bisa menambah pengetahuan kita.

Selain itu, juga ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh Kebun Raya Bogor. Kekurangan inilah yang memberikan dampak citra negative bagi wisatawan. Beberapa kekurangannya yaitu terdapatnya sampah-sampah yang menempati beberapa sudut kawasan tempat wisata alam ini terutama adanya sampah di kolam bunga teratai, lalu adanya beberapa pohon yang tumbang. Hal ini sudah seharusnya cepat diatasi guna menjaga keselamatan dan keamanan wisatawan pada saat melintasi area pepohonan yang sedang tumbang. Disamping itu, sedikitnya tempat pembuangan sampah dan jauhnya jarak tempat pembuangan air untuk wisatawan.
 
Saran:

Membenahi sampah sampah sampah di kolam bunga teratai, mengangkat pohon yang tumbang demi keselamatan pengunjung,serta memperbanyak tempat sampah di area-area tertentu demi kenyamanan pengunjung.



TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Taman Mini Indonesia Indah adalah suatu taman rekreasi yang bertemakan kebudayaan dari seluruh Indonesia. Bisa dibilang dari Sabang sampai Merauke. Taman Mini Indonesia Indah berlokasi di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur dan berdiri di tanah seluas kurang lebih 150 hektar. Fasilitas yang dimiliki Taman Mini Indonesia Indah terbilang banyak dan beragam, contohnya seperti Anjungan Daerah yang terdiri dari 33 kebudayaan daerah di seluruh Indonesia, Teater Keong Emas, Kereta Gantung, Monorel dan fasilitas lainnya. Selain fasilitas yang beragam, ada satu keunikan yang dimiliki Taman Mini Indonesia Indah yaitu miniatur kepulauan Indonesia yang terletak pada danau tepat di tengah-tengah area Taman Mini Indonesia Indah. Berbagai fasilitas tersebut menjadikan Taman Mini Indonesia Indah sebagai kawasan wisata terkemuaka di ibukota Jakarta. Tarif yang dikenakan yaitu Rp 9.000 untuk satu orang (mulai dari umur 3 tahun harga penuh), Rp 6.000 untuk satu sepeda motor, Rp 10.000 untuk satu mobil, dan Rp 15.000 untuk satu bus. Tarif-tarif tersebut tidak termasuk dalam fasilitas yang ada di dalamnya. Walaupun tarifnya terbilang cukup mahal, namun sepadan dengan fasilitas yang disediakan.

Sejarah Taman Mini Indonesia Indah

Pada awalnya Taman Mini Indonesia Indah didirikan pada tanggal 20 April 1975. Pambangunannya memakan waktu sekitar tiga tahun sejak di mulainya pembangunan pada tahun 1972. Digagas oleh Siti Hartinah  yang mana istri dari Presiden Soeharto pada saat itu atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Ibu Tien Soeharto. Gagasan tersebut dicetuskan pada suatu pertemuan yang bertempat di Jalan Cendana no.8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Setelah dua tahun berlalu sejak dicetuskannya gagasan  tersebut, maka dimulailah pembangunan Taman Mini Indonesia Indonesia Indah yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita. Logo  yang digunakan Taman Mini Indonesia Indah yaitu huruf 'TMII' yang mana singkatan dari Taman Mini Indonesia Indah dan maskotnya di ambil dari tokoh pewayangan Ramayana yaitu Hanoman yang dinamakan Nitra (Anjani Putra). Nama Anjani Putra itu sendiri memiliki makna informatif dengan tujuan agar mudah diingat dan lekat di hati. Panggunaan maskot Nitra mulai digunakan sejak ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah yang ke-16 pada tanggal 20 April 1991 dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Kelebihan dan Kekurangan Taman Mini Indonesia Indah

Kelebihan yang dimiliki Taman Mini Indonesia Indah yaitu banyaknya fasilitas yang disediakan seperti Anjungan Daerah, Teater, wahana rekereasi seperti Kereta Gantung dan Monorel. Tidak hanya sebagai tempat berwisata yang menyenangkan, Taman Mini Indonesia Indah juga dapat sebagai media pembelajaran untuk mengenal ragam kebudayaan Indonesia tanpa harus mendatangi setiap daerahnya. Namun disamping fasilitasnya yang beragam, ada pula kekurangan yang dimiliki Taman Mini Indonesia Indah yaitu dari sisi promosinya. Sehingga kurang menarik minat wisatawan untuk berkunjung kesana. 





Solusi Permasalahan

Banyaknya fasilitas yang dimiliki merupakan aset besar bagi Taman Mini Indonesia Indah. Namun kurang makasimalnya promosi yang dilakukan pengelola menjadi permasalahan utama pada saat ini. Pengelola seharusnya lebih mempromosikan Taman Mini Indonesia Indah untuk lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Contoh promosinya seperti pemasangan iklan pada media elektronik seperti televisi dan radio. Dengan begitu para wisatawan akan lebih tertarik untuk berkunjung serta membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air sebagai bangsa Indonesia.